Bantuan Mesin Pembuat Dodol Untuk KWT

Sebuah kemajuan dalam menunjang perekonomian warga desa Durenombo. Dengan adanya mesin pembuat dodol atau lebih spesifiknya mesin pengaduk dan mesin parut kelapa yang dimiliki KWT Durenombo ini diharapkan bermanfaat untuk menunjang pembangunan desa Durenombo dibidang ekonomi. Mesin Pengaduk Serbaguna / Mesin Pembuat Dodol dapat digunakan sebagai alat mesin produksi pada bisnis dodol / jenang.  Mesin ini tidak menawarkan waktu proses yang lebih cepat tetapi menawarkan suatu produk yang dapat menggantikan tenaga manusia dengan tenaga mesin dan dengan tingkat pemanasan lebih stabil dan terkontrol karena menggunakan gas LPG. Menggunakan mesin tersebut karena proses pengadukan yang harus dilakukan terus selama memasak dan jika menggunakan tenaga manusia akan butuh tenaga yang ekstra, selanjutnya dengan mesin ini akan lebih efisien sehingga user dapat melakukan aktifitas lain untuk penunjang produksinya.

Dengan adanya mesin tersebut Patut kita berikan apresiasi kepada Ibu Sri Winarni selaku pencetus adanya mesin tersebut. Dari berbagai orang dari lain daerah di Kab. Batang yang mengajukan bantuan-bantuan dan menjadi salah satu yang dapat menyampaikan hal tersebut. Beliau berani mengajukan untuk bantuan pengadaan mesin tersebut langsung kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam acara Gelar Patok yang diselenggarakan di Tersono-Batang. Dan sekarang ini mesin yang dijanjikan telah diterima atas nama Ibu Sri Winarni, dan kemarin (Rabu, 8 Mei 2012) bersama tim KWT beliau mencoba membuat dodol dari buah jambu, namun yang digunakan masih mesin parut kelapa dikarenakan mesin pengaduk masih belum siap maintenancenya, dan diaduk dengan cara manual.

FOTO :
Ibu Sri Winarni


Mesin Pembuat Dodol

Mesin Parut Kelapa
Written and Photo By Admin | Durenombo
Email   : [email protected]
FB       : durenombo
Twitter : @durenombo

Bagikan

Jangan lewatkan

Bantuan Mesin Pembuat Dodol Untuk KWT
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Silahkan untuk berkomentar disini